Mas-mas jawa bermata minimalis ini adalah Mikha. Ia mempunyanyi nama lengkap Mikha Anggitama Setyo Murti. Dari nama itu orang tuanya berharap bahwa kelak Ia akan menjadi seseorang yang memiliki dapak besar (seperti nabi Mikha dalam Alkitab) yang selalu mengutamakan (Aggit-utomo) kesetiaan pada Tuhan (Setyo Murti). Banyak yang menyangka ia adalah keturunan etnis tiongha karena mata minimalisnya, padahal kedua orang tuanya adalah orang jawa. Maka tidak heran beberapa teman barunya seering memanggil Ko, Koko dan Koh. Pria kelahiran 2001 ini memliki banyak hobi, seperti fotografi, olahraga, bersepeda, traveling, naik gunung, bermusik dan masih banyak lagi. Chelsea dan Ac Milan merupakan club favoritnya, sedangkan Velentino Rossi adalah idolanya dalam dunia balap motor. Sheila On 7, Tipe-X dan Naif adalah band Indonesia yang sangat ia sukai, sedangkan band luar yang selalu menjadi refrensi pendengaranya adalah The Beatles, U2, Bon Jovi, Red Hot Chili Paper dan Coldplay. Ia juga sangat mengemari membaca buku tentang Sherlock Holmes, Konan, dan Tintin.
Vaksin Nasionalisme: Hambatan Distribusi Vaksin COVID-19 di Negara Berkembang
Pandemi COVID-19 telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan sejak akhir 2019, termasuk kesehatan, ekonomi, dan politik global. Salah satu tantangan terbesar adalah distribusi vaksin yang tidak merata di seluruh dunia. Negara maju seperti Amerika Serikat dan negara-negara Eropa memiliki akses yang lebih baik ke vaksin COVID-19 dibandingkan dengan negara berkembang. Fenomena ini disebut "nasionalisme vaksin," di mana negara kaya menimbun vaksin untuk kepentingan mereka sendiri, menyebabkan negara miskin kesulitan mendapatkan cukup vaksin. Ketidakadilan Distribusi Vaksin Nasionalisme vaksin menciptakan ketidakadilan signifikan dalam distribusi vaksin. Negara berkembang bergantung pada inisiatif global seperti COVAX untuk mendapatkan vaksin, yang sering kali tidak mencukupi. Keterbatasan sumber daya dan infrastruktur kesehatan di banyak negara berkembang memperburuk situasi, membuat distribusi vaksin menjadi tantangan besar. Ketidakadilan ini tidak hanya memengaruhi kesehatan ma...
0 Comments