Peran Serta Mahasiswa Melawan Radikalisme


Nama: Mikha Anggitama Setyo Murti
NPM: 21430031
Prodi: Ilmu Hubungan Internasional
Universitas Slamet Riyadi
https://mediaindonesia.com/politik-dan-hukum/321558/keterlibatan-perempuan-dalam-radikalisme-dan-terorisme-meningkat

Menurut Prof. Masdar Hilmy rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, sifat intoleran dan paham radikalisme ini tidak hanya disebabkan oleh satu faktor, melainkan ada faktor lain yang mempengaruhinya. Secara garis besar, faktor penyebab radikalisme terbagi menjadi empat, yaitu:Dalam waktu sepuluh tahun terahkir radikalisme menjadi isu besar di beberapa negara, tak terkecuali di Indonesia. Secara umum radikalisme adalah paham yang bisa memengaruhi kondisi sosial politik negara. Radikalisme biasanya berkaitan dengan pandangan ekstrem dan keinginan untuk perubahan sosial yang cepat dalam suatu negara. Pada era sekarang radikalisme erat kaitannyan dengan ekstremisme dan tetorisme.

1.       Faktor Emosi Keagamaan

2.       Faktor Kultural

3.       Faktor Sosial-Politik

4.       Faktor Kebijakan Pemerintah.

Paham radikal yang tumbuh subur dan tidak segera ditangani akan berdampak secara multidimensi, yang efeknya tidak hanya menyasar pada satu aspek bidang kehidupan saja. Untuk itu pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam memerangi radikalisme. Kita sebagai mahasiswa harus turut serta dalam usaha pemerintah membendung dan memerangi radikalisme. Dalam usaha pemerintah membendung dan memerangi radikalisme, mahasiswa di tuntut untuk memiliki lima karakter berikut:

1.       Mendalami ilmu agama secara benar dan komprehensif

Ketika kita memiliki dasar dan landasan agama yang kuat, kita tidak akan mudah terpengaruh pada paham radikal yang ada. Ketika ada paham yang bertolak belakang dengan apa yang kita yakini, kita dapat dengan tegas menolaknya, tapi dengan catatan Dasar dan Landasan agama kita sudah tepat dan benar.

2.       Memiliki rasa toleransi yang tinggi

Indonesia merupakan negara multicultural, maka dari itu sangat penting untuk memiliki rasa toleransi yang tinggi untuk menghargai satu sama lain. Karena intoleransi merupakan salah satu faktor terjadinya radikalisme.

3.       Memiliki pikiran yang luas atau tidak sempit

Dengan memiliki pikiran yang luas kita dapat melihat sesuatu dari segala sisi, minimal dari sisi positif dan negatif. Dengan begitu kita dapat memilah, memilih dan menyaring segala sesuatu dengan jernih dan tidak mudah terpengaruh pada paham radikal.

4.       Memiliki wawasan nusantara yang tinggi

Ketika mahasiswa memiliki wawasan nusantara yang tinggi secara tidak langsung dia memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi. Karena dalam wawasan nusantara itu kita diajarkan untuk memiliki point of view atau perspektif dalam melihat sesuatu yang didasarkan atas UUD 1945 dan Pancasila

5.       Dapat bersikap dewasa dalam menanggapi dan melakukan sesuatu.

Dalam hal ini mahasiswa diminta untuk lebih berhati-hati dalam bertindak. Mahasiswa dituntut untuk berfikir dan mempertimbangkan tentang konsekunsi dari perbuatan dan keputusannya, sehingga dapat meminimalisir resiko yang akan terjadi.

https://octam.wordpress.com/2012/03/16/peran-mahasiswa-dalam-mencegah-paham-radikal-yang-berkembang-di-masyarakat/

Indonesia sendiri memiliki Pancasila sebagai benteng dari paham dan gerekan radikalisme . Pancasila yang merupakan dasar negara Indonesia dan Ideologi bangsa, merupakan pemikiran dari para pendiri bangsa untuk melindungi negara, masyarakat dan generasi yang akan datang dari paham radikalisme. Sebagai Agent of Change atau agen perubahan, mahasiswa tentunya akan menjadi tombak bangsa untuk membendung dan melindungi Bangsa dan Negara dari radikaliseme dengan Pancasila sebagai tamengnya.

0 Comments